Prayer for all of my writing


Tuhanku, Setiap hari aku selalu menulis dan menulis, berikanlah kejernihan pikiran dan hati untuk merangkai setiap kata menjadi kalimat-kalimat yang berguna.

Tuhanku, Bersihkanlah pikiran dan hatiku dari kepentingan dan ambisi, agar aku dapat menulis dengan sepenuh hati. Bukan untuk mencari keuntungan dan kenamaan.

Tuhanku, Ajari aku untuk selalu dapat menulis dari kedalaman hatiku, agar apa yang kutuliskan dapat memberikan inspirasi dan motivasi, memberikan harapan dan semangat pada setiap sahabat yang membaca dari kebersihan jiwaku.

Tuhanku, Kalau aku boleh memilih, aku lebih ingin menulis sebagai pengabdian daripada untuk mencari materi. Menulis sebagai pelayanan dan pembelajaran, daripada sekadar menjadi bahan bacaan dan guyonan.

Tuhanku, Berkati setiap kata-kata yang kutuliskan, sehingga tidak berpotensi untuk menyakiti, tetapi semata-mata untuk menggugah hati. Hati setiap sahabat yang bersedia membacanya.

Tuhanku, Jadikanlah menulis bagiku untuk menyuarakan isi hati demi kebenaran dan kebenaran. Bukan sekadar menumpahkan perasaan, emosi, resah, atau suka dan bahagia.

Tuhan, ingatkan aku selalu untuk menulis dalam kesadaran, sehingga tidak terjatuh dalam kesalahan dan kesesatan dalam merangkai kata-kata. Agar apa yang kutuliskan adalah kebenaran hati yang sesungguhnya.

Tuhan, Terimakasih dan segala rasa syukur kupersembahkan padaMu saat mengucapkan doa ini!

Amin.

» Read More...

Jika kami berbeda, dosakah?


Jika Tuhan menjadikanmu berbeda keyakinan denganku, apakah Tuhan juga akan menjadikanmu bukan milikku?

Jika agama mengajarkan kebaikan, lalu mengapa agama mengharuskan perpisahan? Sedangkan pada dirimu kulihat kebaikan?

Jika harus bersama dia yang sama keyakinan tanpa cinta dan kasih sayang, apa itu bentuk kebaikan ajaran agama?

Tuhan kami sama-sama satu, kami hanya berbeda perantara. Bukankah Tuhan penuh cinta dan kasih sayang? Kenapa kami dipisahkan karena perbedaan agama?

Tuhan menyuruh kita menikah karena agama. Jika agamanya dan agamaku memiliki Tuhan yang sama, kenapa kami tetap tak boleh bersama?

Jika agama kami berbeda nama, namun Tuhan kami tetap sama kenapa manusia masih membedakan nama? Bukankah cinta kami kehendak Tuhan juga?

Kami dipisahkan aturan manusia atas nama aturanMu, Tuhan. Kami tak tahu harus mengadu kemana selain kepadaMu. Namun, mereka masih saja tetap tak peduli pada hati. Lalu dipaksakan kepada kami pasangan seagama yang tak kami cintai.

Jika kami menuruti kehendak mereka lalu menikah tanpa rasa di hati, apa Tuhan merestui pernikahan kami?

Apakah pernikahan yang dipaksakan atas nama kebaikan agama ini sebuah kebaikan? Apa memisahkan dua orang yang saling mencintai itu sebuah kebaikan?

Aku mengadu pada Tuhanku, ia pun pada Tuhannya, Tuhan kami yang Esa. Kami menangis tanpa mampu memberontak. Kami menyayangi Tuhan kami.

Mereka bilang salah satu dari kami harus pindah agama. Apa itu menyelesaikan masalah? Apa itu sebuah solusi? iman kami ada di hati, bukan di KTP!

Jika kami harus terusir, maka usirlah kami. Bukan mengusir kami dari Tuhan kami. Ijinkan kami menyayangi Tuhan kami dengan iman kami.

Mereka bilang kami akan masuk neraka, ditolak surga. Kami hanya ingin saling mencintai, memiliki. kami menyayangi Tuhan kami. Biarkan Tuhan kami yang menentukan.

Kami menyayangi Tuhan kami bukan karena imbalan, surga pun neraka. Cinta kami pun bukan untuk diperjualbelikan atas nama agama. Jangan paksa kami menjual iman dan Tuhan kami.

Kini kami terpisah dan kalian tetap tak peduli. Kalian tak peduli betapa hancurnya perasaan kami. Kalian tertawa atas nama agama.

Tuhan, mereka bilang ini kehendakMu. Kami tak yakin kau mempertemukan kami hanya untuk sebuah penderitaan. Kami percaya padaMu.

Kami percaya Kau maha menyayangi. Kami percaya Kau menyayangi hambaMu yang menyayangiMu. Perbedaan ini hanyalah baju, bukan hati kami dimana iman kami memujaMu.

Jika perpisahan ini pun kehendakMu, maka jagalah kekasihku. Jagalah hatinya dari rasa duka karena perbedaan ini. Tuhan, lindungi dia.

Tiap tetes airmatanya bukanlah kesedihan karena kami tak bisa bersama, Tuhan. Tapi karena mereka membedakanMu atas nama agama.

Tuhan, Kau mengetahui apa yang terbaik bagi kami. Jika kami lancang saling mencintai, maka jangan Kau berikan rasa seperti ini kepada orang lain.

Cukuplah kami yang merasakan cinta seperti ini. Cukuplah mereka membedakanMu karana nama agama yang berbeda. jangan lagi ada kepedihan seperti ini.

Kami tahu, tak ada solusi selain kami disuruh berpisah, bersabar atau menjual agama kami. Sekali lagi, tidak! Biarkan kami saling mencintai dengan cara kami.

Silahkan bilang kami bodoh, bebal atau apa pun. kami menyayangi Tuhan kami, kami pun saling menyayangi satu sama lain. Biarkan kisah kami menjadi dongeng duka.

Agar cukup kami yang meneteskan airmata kepedihan. Karena perbedaan yang dibuat manusia. Atas nama surga dan neraka pun atas nama Tuhan.

Tuhan, kami titipkan rasa ini kepadaMu. DariMu semua berawal, rasa ini pun milikMu. Ijinkan kami menikmatinya kelak di kebun cintaMu.

Kami tak menyesal saling mencintai dan menyayangi. Bukankah Engkau yang mengajarkan kami rasa itu? Tuhan, Kau tahu kami memujaMu, yang Esa.

Jika takdir kami harus seperti ini, maka kami menerimanya dengan kepatuhan karenaMu. Bukan karena mereka yang meributkan nama agamaMu.

Kekasihku, mungkin ia kini tersudut sepi dihimpit duka. Tuhan, beri ia keteduhan. Yakinkan semua ini kehendakMu. Aku mohon, Tuhan. Beri ia hati yang lapang. Untuk memahami bahwa cinta kami adalah kehendakMu, sebagai kisah untuk mereka yang saling mencintai namun berbeda agama.

Tuhan, maaf jika aku terlalu banyak menyebut namaMu untuk masalah kami yang tak sepatutnya membawa-bawa namaMu yang suci itu.

Dan mereka yang selalu membedakanMu karena nama agama, beri mereka kebaikan dan kasih sayangMu.

Selamat malam Tuhan, kami menyayangimu.

» Read More...

Bersukacita sebelum Aku pergi




Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari,
mereka semua mengolok-olokkan aku
sebab setiap kali aku berbicara terpaksa aku berteriak.

Aku berlelah-lelah menahannya tetapi aku tidak sanggup.
Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api.
Ketika aku berkeluh kesah, aku berbicara dengan lidahku.
Aku hanyalah bayangan yang berlalu.
Air mataku menjadi makanan ku, siang dan malam.

Aku pergi tinggalkan kedamaian untuk melalui kegalauan yang selalu menyelimuti bumi.
Aku melangkah gontai ketika semua orang menatapku dengan tatapan kebencian.
Ku percepat langkahku saat kulihat seseorang telah bersiap membunuhku dengan racun hatinya.
Aku bahkan tak menolehnya sedikitpun ketika ia memanggil namaku.
Aku takut hatiku teracuni kembali, sepertinya aku juga takut tak bisa mewarnai sisa hidupku dengan kebaikan.

Hatiku teriris melihat perilaku mereka.
Aku tak mendengar apa yang mereka bicarakan, aku tak melihat apa yang mereka lakukan dan tak mengerti apa yang mereka inginkan.
Karena hatiku telah membisikkan kepada jiwaku bahwa hidup mereka adalah KEBOHONGAN.

Aku kembali melangkah diantara sisa-sisa mimpiku yang hampir menghilang.
Kesepian kembali membunuh langkahku ketika aku melalui tempat peristirahatan terakhir bagi manusia.
Suatu saat nanti, aku akan terbaring disini untuk selamanya, saat aku tak pedulikan luka yang kini mulai ada dihidupku.

Aku masih melangkahkan kaki saat mentari hampir menghilang dibalik tebing cahaya untuk beristirahat setelah seharian menghangatkan dunia yang dingin.
Aku tertegun memandang jingganya langit sore, Indah. Tak seperti hidupku.
Matahari telah sepenuhnya menghilang. Angin lembut bertiup menemani diriku.
Aku terus melangkah dalam gelap dunia.

Bintang malam muncul, terangi malam yang sepi.
Ribuan kelip cahaya menemani bulan yang bertakhta di atas sana.
Ku tersenyum saat indahnya malam yang selalu menerangi gelap hatiku.

Samar-samar ku dengar nyanyian malam yang telah terbangun dari lelapnya,
semua semakin menggoyahkan langkahku.
Nyanyian malam semakin bergema larutkan kesedihan ku yang ditelan kegelapan.
Tiba-tiba nafasku tercekat.
Aku merasakan sakit yang seakan-akan menusuk-nusuk tubuhku.
Dengan susah payah aku berjalan menuju rumahku.

Angin malam berhembus kencang, menerpa tubuhku yang tidak berdaya.
Bumi mulai menangis, seakan-akan ikut merasakan sakit pada diriku.
Hujan semakin deras membasahi kehidupanku yang telah lama menghilang.
Aku terus berjalan memegangi kepalaku yang mendadak merasa dihujani ribuan pedang.
Aku terjatuh ditengah kesedihan bumi.

Hatiku menjadi seperti lilin
Hancur luluh didalam dadaku.
kekuatanku menjadi kering dan mataku tertutup.
Hanya terdengar degup jantung yang terkurung saat itu.

Aku sebut-sebut namaMu pada waktu malam dalam hatiku.
Aku terdiam kaku dan rohku mencari-cari
Dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.

Inikah akhir dari semua kehidupanku?
Mungkinkah aku tidak akan melihat lagi, seseorang yang ku kasihi meskipun ia telah mencampakkan ku?
Jikalau itu yang terbaik.
Biarkanlah aku, supaya aku dapat tersenyum sejenak atas semua lukaku!
dan biarkanlah aku, menyiksa diriku dengan berpuasa dan berdoa "menanyakan air mata dan nyawa yang beberapa kali tidak pernah dihargai mereka".

"Supaya aku bersukacita, sebelum aku pergi dan tidak akan ada lagi".

» Read More...

Musik

Clock

About Me

Foto saya
o(≧o≦)o . Crowded . Funny . Enjoys fun . And so on .. "What I love: . God is the first person . Parents . Family . Friends . girlfriend "My nephew is the most funny.(no doubt) "My Hobby is watching. "I want you to be in a relationship with me. "So you know me more. "Please, please be advised if I have one. "Please help my establish a relationship of brotherhood with me. "Sometimes I'm very ignorant. "But I hope you understand. "I wish that we could communicate and establish a relationship of brotherhood. I am a man who likes to make friends. Aspires to be a novelist. ^ ^ -Thanks- ..:: bebeanez91_inez ::..

Friends

Pingbox

Ngobrol nyok

Diberdayakan oleh Blogger.