Melihat kedalam bukan melihat keluar

                   Apakah kamu merasa sedih atau sakit? Apakah kamu merasa sendirian? Apakah kamu merasa tidak ada yang mengerti dirimu, atau sayang padamu seperti yang kau inginkan? Apakah kamu penuh stress harus memenuhi harapan-harapan yang di berikan padamu? Apakah kamu depresi, atau hanya “huft” – berharap hidupmu lebih menarik, besar, cerah, dan baik daripada yang kamu rasakan.
                “Well, menurutku aku belum benar-benar melewatinya tetapi aku berkomitmen untuk mencari cara yang sehat untuk mengatasi semuanya”.
                Rasa sakit menusuk, mungkin kata-kata dalam bagian ini tidak akan menghilangkan rasa sakit tapi dengan peristiwa-peristiwa yang telah dialami bisa membantu merasa lebih punya harapan dan membuatmu memiliki apresiasi baru bukan saja pada ketabahan tapi pada keberanian pribadimu juga.
                Rasa sakit yang bercokol dalam hati sebagian besar harus kita hadapi sendiri, hati kita tetap tahu bahwa kita lebih ingin mencari sudut sendiri untuk menangis bukannya berada di pesta (keramaian) bersama semua teman. Saat melalui rasa sakit yang paling parah pasti ingin berada dipesta atau keramaian bersama teman-teman (menghibur diri) tapi pada dasarnya kalau rasa sakit itu datang dia menjebak kita dan menghentikan semua kegembiraan pada semua hal lain dalam hidup kita.
                Kesepian yang di rasakan karena ketiadaan atau kematian seseorang yang sangat penting dalam hidup kita memang begitu menyakitkan, sehingga kadang-kadang kita tidak bisa mengatasinya. Lebih buruk lagi terkadang kita menjadi depresi.
                Kesedihan karena kematiannya adalah awal, bukan hanya berduka karenanya tetapi berduka bagi diri kita juga. Dalam kesedihan karena dirinya, seolah pintu banjir telah terbuka dan bendungan rasa sakit dan masalah-masalah kecil yang tiba-tiba terasa seperti ketidakadilan besar meluap. Trauma, drama, dan rasa sakit sepertinya keluar dari setiap sudut hidup kita.
               
Persediaan air mata kita tidak ada habisnya. Ada air mata untuk seseorang yang paling penting dalam hidup kita, ada air mata saat kita bersekolah, ada air mata saat kita remaja, ada air mata untuk teman yang mengkhianati kita, ada air mata untuk persahabatan yang putus, ada air mata untuk kekasih yang meninggalkan kita; dan ada air mata untuk hari-hari yang telah berlalu saat kita masih bersama dengan mereka.
                Kita merasa tenggelam dalam keputusasaan saat kita mengingat dan menangisi semua hal ini. Saat itu benar-benar titik terendah dalam hidup kita. Rasa sakit yang kita rasakan mungkin memberitahu kita bahwa sudah waktunya memerhatikan diri kita dan merawat diri kita lebih baik.
                Ini sesuatu yang baru, karena dari semua kejadian ini aku telah menemukan hal-hal yang menakjubkan. “Semakin kita berusaha menyembunyikan rasa sakit kita, semakin besar rasa itu dan kita semakin lemah”. Jadi, seolah-olah kita menerangi rasa sakit kita yang mungkin merupakan intensi rasa sakit pada dasarnya. Rasa sakit membantu mengingatkan kita betapa rapuhnya diri kita sebenarnya dan menunjukkan pada kita betapa kita saling membutuhkan. Saat minta bantuan, kita semakin dekat dan dikuatkan oleh persatuan itu. Berbagi beban akan meringankan kita.
                Mungkin kalian tidak percaya akan ada yang mau berempati pada kalian karena cukup sulit melihat kekhawatiran, ketakutan dan rasa sakit orang lain sama signifikannya seperti kita melihatnya. Mungkin kalian merasa “seharusnya tidak menunjukkan rasa sakit itu karena harus tampil keren dan bertingkah seolah bisa mengatasi semuanya”.
                Mungkin kalian merasa harga mengungkapkan rasa sakit kalian terlalu mahal untuk dibayar (gengsi). Kalian kehilangan beberapa hak istimewa karena takut kalian tidak semampu atau “sekuat” yang lain, orang tua, guru, teman pikir. Meskipun kalian mungkin merasa tidak ada yang bisa menolong mengatasi rasa sakit kalian yang terpenting adalah mencari bantuan.
                Entah kamu sangat sedih karena putus dengan seseorang yang spesial, berduka karena kematian seseorang yang kamu kasihi,yang terpenting adalah kamu mengenali “rasa sakit” sebagaimana artinya: symptom, sirene atau lonceng yang berbunyi ketika hati dan jiwa kamu butuh perhatian pribadimu. Inilah saat untuk “melihat kedalam” bukan “melihat keluar”.
                Bicara pada seseorang bisa meringankan beban perasaan menyakitkan itu. Percayalah pada seseorang yang kamu rasa bisa mendengarkan perasaanmu. Yang terbaiknya adalah kamu tidak menanggung rasa sakit atau tidak memikirkan bahwa orang lain akan memandang rendah dirimu karena membutuhkan bantuan mereka.
                Pemikiran seperti itu sangat salah. Manusia diciptakan dengan berbagai fungsi, salah satunya untuk saling menemani dan saling membantu sama lain. Ada seorang penyair yang saya kagumi menuliskan, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri karena kalau mereka jatuh yang seorang mengangkat temannya”. Percayalah Tuhan tidak akan membiarkan engkau sendirian untuk melewati saat-saat yang menyakitkan.
                Menulis diary merupakan cara yang terbaik untuk “bicara” tentang apa yang ada dalam pikiranmu karena sifatnya pribadi, diary memungkinkan dirimu mengatakan hal-hal yang mungkin belum siap kamu katakan pada orang lain. Cara ini juga baik untuk mengukur kemajuanmu saat kamu berusaha menyelesaikan masalah. Berilah tanggal pada setiap tulisan; sehingga saat kamu membaca bagaimana perasaanmu tentang sesuatu sekitar seminggu, sebulan, atau setahun yang lalu, kemudian membaca bagaimana kamu merasa tentang hal itu, hari ini atau kemarin, kamu bisa melihat bagaimana kamu dapat mengatasinya jika perasaanmu sedang tidak baik, itu juga informasi yang bagus. Itu berarti kamu mungkin butuh bantuan dan dukungan dari luar lebih banyak dari pada yang sudah kamu peroleh.
                Semoga kita semua mengingat saran indah dari seorang penyair dalam kutipan yang sangat menyentuh ini, “Bantulah menyembuhkan jiwa orang lain!”

salam.

0 komentar:

Posting Komentar

Musik

Clock

About Me

Foto saya
o(≧o≦)o . Crowded . Funny . Enjoys fun . And so on .. "What I love: . God is the first person . Parents . Family . Friends . girlfriend "My nephew is the most funny.(no doubt) "My Hobby is watching. "I want you to be in a relationship with me. "So you know me more. "Please, please be advised if I have one. "Please help my establish a relationship of brotherhood with me. "Sometimes I'm very ignorant. "But I hope you understand. "I wish that we could communicate and establish a relationship of brotherhood. I am a man who likes to make friends. Aspires to be a novelist. ^ ^ -Thanks- ..:: bebeanez91_inez ::..

Friends

Pingbox

Ngobrol nyok

Diberdayakan oleh Blogger.