Saat aku duduk di sini dan
bermain dengan gitar tua yang ku punya.
Di bawah bintang-bintang,
bagaikan aku berjalan sangat jauh
Ku rasakan gegap gempita disekelilingku.
Dan kehampaan mulai merasuki ku.
Ku coba menikmati keadaan yang ada saat ini.
Ku coba merasakan kebahagiaan yang mereka semua rasakan,
tapi ku tak dapat merasakan semuanya itu.
Ku kencangkan suara gitar tua ku.
mencoba mengusir dinginnya terpaan angin.
Setiap lagu yang ku nyanyikan
Adalah memori dari kenanganku,
Melodi gitar tua membawaku
Kembali ke sana lagi.
Ku lihat awal mula hidupku,
ku lihat mama berjuang mengeluarkan tubuh ku.
ku lihat saat pertama kali ku masuk sekolah
ku lihat saat pertama kali ku mulai berteman
ku lihat saat diriku mulai berbohong untuk kepentingan diriku
ku lihat saat pertama kali ku merasakan cinta
ku lihat diriku yang terpuruk karena penghianatan
Aku melihat diriku yang menjalani hidup penuh kemunafikan.
Saat aku dirumah, aku menjadi anak mama yang baik.
patuh dikit-dikit dan gak macem-macem.
Tapi aku melihat dimana tidak ada satu selubungpun yang menutupi kehidupanku.
Semua yang ku lihat membuatku muak, malu, menyesal dan ....
1001 perasaan lain yang berbaur menjadi satu.
Aku merasa diriku kotor dan tidak lagi berharga
aku sampah, aku tidak berguna, aku lelah menjalani hidupku.
Oh Tuhan....
aku butuh seseorang...
Teriak ku dalam nyanyianku...
Betapa aku menginginkan hidupku berjalan tenang tanpa kesedihan.
Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang
Demikian juga aku menginginkan beban penderitaan yang ku tanggung ini lenyap dan hilang.
karena bagi pohon masih ada harapan
apa bila ia ditebang, ia bertunas kembali
dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.
Ketika aku menantikan terang
maka kegelapanlah yang datang.
Batinku bergelora dan tak kunjung diam.
Permainan gitar ku menjadi ratapan
dan suaraku menyerupai suara orang menangis.
0 komentar:
Posting Komentar