Aku adalah penyair jalanan,
Yang hidupnya penuh banyak harapan,
Sang pengembara yang hatinya sulit dimengerti.
Kau tau kawan ?
Aku menangispun sambil berlari,
Jangan tanya apa yang aku cari.
Kau lihat dimana aku sekarang berhenti,
Padamu kini aku berbagi,
Dengan mu kini aku merangkai mimpi,
Penyair jalanan !
Syairnya berserakan,
Kadang di pungut kadang di abaikan,
Tapi kini syair punya tumpuan,
Aku mengangkatmu sebagai kehormatan.
0 komentar:
Posting Komentar